Senin, 29 Juni 2015

curahkan rindumu padaNya

salahkah rindu itu? tidak. Rindu tidak pernah salah. Kita yang akan menjadi salah jika menjadikan rindu sebagai alasan untuk merusak aturan. Memperbolehkan nafsu menguasai. Membenarkan yang sebenarnya tidak di perbolehkan. Rindu mungkin datang sebagai ujian. Ujian iman! Sekuat mana iman kita bisa menahan rindu. Tuhan sedang menguji iman kita. Menguji dengan gejolak rindu yang semakin di simpan malah semakin terasa. Mungkin tuhan ingin tahu bagaimana cara kita menghadapi perasaan itu. akankah rindu itu membuat kita melangkah berbelok ke jalan yang salah atau malah mendekati Nya. Mendekati yang menciptakan rindu itu. mencurahkan rindu hanya pada sang pemilik rindu sesungguhnya, bukan malah mengobral rindu itu hingga pada akhirnya menjadi sampah yang berserakan. Memang sulit menahan rindu. Tapi apakah dengan mengungkapkan rindu itu akan membuatmu terlihat berkelas? Tidak! Kamu malah terlihat rendah. Terlihat seperti orang pada umumnya yang selalu mengumbar rindu sembarangan. Biarkan hanya kau dan Dia yang tau rindu itu tak perlu di umbar, tak perlu di katakan. Agar jadi spesial, dan berkelas. Jika orang yang kau rindukan juga merindukanmu kelak kalian akan di pertemukan dalam waktu, tempat dan keadaan yang tepat oleh Nya inshaallah. Jadi jaga rindumu jangan sampai merusak hatimu untuk mengingatNya, jangan sampai rindu itu menyibukkan mu dan membuat hatimu melupakan Dia yang menciptakan rindu itu.

Minggu, 07 Juni 2015

cinta sendiri

KISAH PUZZLE
Diam-diam aku memperhatikanmu, diam-diam aku melihatmu dari celah yang tak kau ketahui. Rasa ini ada saat pertama kali aku melihat mu. Pertemuan itu mengubah seluruh hidupku. Hidupku yang dulu tanpa rasa aneh ini, sekarang tiba-tiba muncul tanpa di duga dan diminta. Engkau sosok yang membuat aku merasakan getaran itu. Aku tak pernah tau bagaimana cara aku mendekati mu. Untuk bicara denganmu saja aku tak pernah bisa. Dan ternyata waktu bisa merubah itu, waktu bisa membuat aku dekat denganmu. Namun tak ada yang berubah dengan ku. Aku masih bertahan dalam keadaan seperti dulu. Mengagumimu tanpa pernah mengungkapkannya.
Dan pada hari itu, hati ini terasa tergores oleh samurai. Saat aku mengtahui hal itu, hal yang tak mungkin bisa ku tuntut dan kucegah karena kau bukan siapa-siapa ku. Kau hanya sahabat sekaligus seseorang yang ku kagumi. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk membuang perasaanku dan mencoba bertindak seolah-olah aku bahagia melihat kebahagianmu. Dan aku bisa membuang sedikit perasaan itu meskipun sulit untuk melupakan mu sepenuh nya.
Tapi tiba-tiba perasaan itu datang lagi. Membuat aku gelisah lagi. Dan masih seperti dulu, aku masih mengagumimu dalam diamku. Masih menyimpan perasaan yang sekian lama aku pendam. Andaikan saja rasa ini dalam bentuk makanan mungkin sudah kadaluarsa dan sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi. Tapi sayangnya ini tentang hati yang sulit untuk di paksa atau di cegah. Hingga saat ini aku pun masih mengagumi mu. Meskipun tanpa respon dari mu aku masih bertahan. Namun aku juga tak sepenuhnya mengharapkanmu. Karena aku yakin jika memang takdir telah mengizinkan kita, kita pasti bisa bersama pada akhirnya nanti.
Dan  Kini sosok lain datang tepat saat engkau jauh dari duniaku. Sosok yang mungkin tak pernah ku harapkan namun mungkin lebih mengharapkanku. Sosok itu datang tepat saat engkau bersama orang lain. Keadaan ini seharusnya menjadi  kesempatan ku untuk pergi dari dalam tikaman yang selama ini menyiksa ku. Namun aku belum bisa menerima sosok baru di hatiku. Meski kini tak sepenuhnya kamu. Kamu telah pergi dari duniaku. Sekarang aku ingin melalui semua tanpa kamu.  Aku tak ingin menyiksa diriku lagi. Terlalu sakit bila harus memendam rasa ini lagi. Sekarang saatnya aku melupakanmu. Aku berharap ini yang terbaik untuk kita.

Kisah itu terlalu  rumit, terlalu membingungkan. Dan sekarang aku ingin bebas dari kalian. Ingin menemukan kehidupan baruku yang jauh lebih baik dari kisah-kisah klise itu.